May 2, 2016

Strategi Forex Indikator CCI


Commodity Channel Index atau sering kita sebut CCI adalah salah satu indikator jenis oscillator yang digunakan untuk mengukur tingkat kejenuhan harga baik overbought ataupun oversold. Indikator CCI ini pertama kali diperkenalkan oleh Donal Lambert yaitu pada tahun 1980.

Sebenarnya awal penggunaan indikator ini adalah khusus untuk mengetahui daerah jenuh beli dan jenuh jual pada pasar komoditi. Namun seiring berjalannya waktu, indikator CCI ini pun dapat digunakan pada jenis market lain, seperti forex.

 CCI ini mempunyai 3 zona Yaitu :
1. Zona Overbought  

Zona jennuh beli adalah ketika nilai indikator CCI diatas garis 100, setelah grafik memasuki zona tersebut maka grafik akan kembali turun. oleh karena itu area ini sering dijadikan area sell.

2. Zona Tengah


Zona tengah adalah Ketika nilai Indikator CCI berada antara -100 dan 100 atau bearada di zona tengah gerakan market cenderung mendatar. Dan disarankan untuk tidak membuka posisi.

3. Zona Oversold

Zona jenuh jual adalah ketika indikator CCI memasuki area dibawah -100 maka ini berarti telah memasuki zona oversold. Dan market akan cenderung naik.

Namun perlu diingat kembali bahwa indikator CCI ini tidak memungkinkan akan terjadinya pembalikan arah, akan tetapi harus di padukan juga dengan indikator yang lain seperti stochastic oscilator atau dengan mlihat pola candle stick. 

 

 

No comments:

Post a Comment

Tolong komentarnya berhubungan dengan artikel yang ada. Komentar yang mengarah ke tindakan kriminal akan di hapus atau terjaring secara otomatis oleh spam filter.